Halo
semua! Jadi, hari ini saya akan bercerita kenapa kita semua harus memakai ASUS
ROG. Mungkin perkenalan dulu kali ya, saya Diva Nabila Arumsari merupakan
mahasiswi BINUS University jurusan Sistem Informasi dan Akuntansi. Nah, kenapa
saya bercerita mengenai jurusan saya, karena akan relate dengan artikel ini.
Dengan
jurusan Sistem Informasi dan Akuntansi, tentunya saya memerlukan sebuah laptop
dengan specs yang cukup tinggi dengan
harus melakukan install banyak
program untuk melakukan programming
seperti Eclipse, TextPad. Lalu untuk
membuat sebuah prototype aplikasi
harus install AxureRP, lalu saya juga
harus meng-install SQL Server untuk berlatih
pelajaran basis data yang saya dapatkan dikampus.
Belum
lagi ketika ada tugas dalam organisasi ataupun tugas di kelas yang membutuhkan creative media pastinya akan membutuhkan
software seperti Adobe Photoshop,
Adobe Premiere, Final Cut Pro, dan lainnya. Dengan mobilitas saya yang seperti
itu tentunya saya membutuhkan sebuah laptop
yang cukup tangguh untuk dapat menjalankan semuanya.
Sejak
dulu, keluarga saya mempercayai untuk menggunakan ASUS sebagai laptop kami
karena ASUS terkenal kuat dengan fisik dan performanya, begitupula saya melihat teman –
teman kampus saya menggunakan ASUS. Akan tetapi, saya sempat terpikir untuk “meng-upgrade” laptop saya menjadi ROG untuk mempermudah kehidupan saya di kampus ataupun sehari - hari. Meskipun rasanya di kantong mahal tetapi ini merupakan investasi jangka panjang agar tidak ganti - ganti laptop.
Alasan
saya adalah karena saya sebetulnya senang bermain game, akan tetapi dengan
laptop saya Intel Core i3 walaupun kuat untuk melakukan render video, coding, dan hal
berat lainnya, saya setiap semester harus menghapus aplikasi untuk membuat
laptop saya tetap dalam performa primanya. Untuk itulah saya berpikir performa
dari ROG contohnya GL502VM dengan mengusung intel core i7 sebuah prosesor
terbaru yang akan membuat laptop dapat multi-tasking untuk bermain dan mengerjakan tugas.
Tampilan
dalam motherboard dari GL502VM cukup compact jadi tidak berat seperti laptop gaming kebanyakan karena tebalnya hanya
1,7cm dengan berat 2,2Kg, sehingga masih mudah untuk dibawa kemana-mana. Selama
ini, khususnya saya sebagai perempuan malas sekali ketika harus membawa laptop
yang berat kemana-mana.
Ketika
pertama kali saya melihat iklan laptop
gaming, yaitu ASUS Republic of Gamers
GL502VM , saya sempat terpikir “Wah, specs-nya bagus banget ya jadi gausah
menghapus aplikasi tiap semester dan bisa download banyak games”. Walaupun
jujur saja, laptop saya sekarang ini untuk digunakan bermain Dota2, games dari Steam, Sims4,
ataupun game berat lainnya masih capable
akan tetapi ketika saya gunakan untuk coding
atau aplikasi berat lainnya kemungkinan crash-nya
akan tinggi dan sebaliknya.
Tulisan
saya tersebut dapat saya rangkum menjadi sebuah kalimat yaitu “ASUS ROG
merupakan laptop paket lengkap mulai dari ketahanan atau specs dalamnya, estetika tampilan luarnya, serta ketahanan
materialnya. ASUS ROG bukan hanya untuk gamers
tetapi laptop untuk lifestyle dan workstyle juga.”


